Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Thursday, March 31, 2016

Wisata Hutan Mangrove Pantai Congot Menarik Puluhan Ribu Pengunjung

Wisata Hutan Mangrove Pantai Congot meski belum lama dibuka, ternyata telah mampu menarik banyak wisatawan. Kawasan hutan bakau satu-satunya di Kulonprogo yang dikenal lewat media sosial ini bahkan telah dikunjungi puluhan ribu wisatawan sejak mulai diperkenalkan Januari 2016 silam.


Penggagas sekaligus pengelola wisata hutan mangrove Pantai Congot, Warso Suwito (54) dari kelompok Wanatirta, menyebut sedikitnya terdapat 300-400 orang wisatawan yang mengunjungi lokasi ini setiap harinya. Saat hari libur dan akhir pekan, pengunjung bahkan bis meningkat hingga 3 kali lipat mencapai 1000 orang per hari.

Uniknya kawasan hutan mangrove ini bukanlah merupakan lokasi wisata. Melainkan kawasan konservasi, yang dibangun untuk mencegah terjadinya abrasi pantai serta melestarikan kondisi lingkungan dan ekositem sekitar muara pantai. "Awalnya dulu kawasan ini tidak banyak ditumbuhi mangrove. Lalu secara bertahap mulai ditanam pada tahun 1989, 2009 dan 2012, baik oleh pemerintah, sejumlah LSM termasuk mahasiswa UGM," ujar lelaki yang juga Ketua Lembaga Pelestari Hutan Mangrove dan Pesisir Wanatirta itu

Baru pada Januari 2016 lalu, Warso bersama sejumlah pelestari hutan mangrove desa setempat lainnya, berinisiatif membangun jembatan-jembatan dari bambu, dan membuka lokasi tersebut sebagai tempat wisata."Jembatan itu awalnya juga kita buat untuk sarana transportasi petani tambak. Tapi lama kelamaan banyak orang yang datang kesini. Akhirnya kita beranikan diri membuka hutan mangrove ini sebagai lokasi wisata. Jadi yang pertama mulai itu kita. Tujuannya ya untuk menambah pemasukan warga sekitar ," katanya.

Karena banyaknya pengunjung yang antusias untuk mengunjungi lokasi ini, kini sejumlah kelompok wisata hutan Mangrove di kawasan ini pun bermunculan. Kini setidaknya terdapat 3 kelompok wisata yang ada di kawasan ini. Masing-masing kelompok dari dua padukuhan berbeda ini pun seolah saling berebut pengunjung guna mendapatkan pundi-pundi pemasukan dari penjualan tiket masuk maupun uang parkir.

"Sampai dengan saat ini memang pengelolaan tempat wisata hutan mangrove ini masih dilakukan secara swadaya oleh kelompok wisata setempat. Awalnya hanya ada satu kelompok pengelola saja. Tapi karena semakin ramai, kini ada 3 kelompok baru yang juga ikut mengelola. Sehingga memang berpotensi menimbulkan konflik berupa persaingan tidak sehat," ujar sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Pantai Congot, Dwi Purnami.

Karena itulah, Dwi mengaku akan merangkul semua kelompok pengelola wisata tersebut agar dapat bekerjasama satu sama lain dalam mengembangkan wisata hutan mangrove pantai Congot ini. Salah satunya adalah dengan membuat sistim penarikan tiket masuk satu pintu, agar tidak terjadi saling rebut antar kelompok. "Hutan mangrove ini memiliki potensi wisata yang masih harus dikembangkan. Seperti misalnya pendirian gazebo ataupun gardu pandang. Sehingga kita harapkan semua pihak dapat saling bekerja-sama," katanya.

Sumber: KRJogja

Tuesday, February 23, 2016

Pantai Gesing Gunungkidul Siapkan Perahu Wisata

Potensi wisata Pantai Gesing Panggang Gunungkidul akan dimaksimalkan, untuk mendongkrak ekonomi warga sekitar dan mengejar ketertinggalan dari pantai-pantai lainnya.


Camat Panggang Agustinus Gunawan mengatakan, ada tiga konsep wisata yang akan diusung oleh pemerintah kecamatan untuk memaksimalkan potensi wisata pantai tersebut, yakni wisata pantai, wisata kuliner, wisata bahari. Sejumlah nelayan diketahui telah memersiapkan perahu mereka untuk dapat disewa oleh wisatawan.

Mereka [wisatawan] bisa berkeliling dari pantai menuju ke laut, dengan pendampingan dari tim Search And Rescue (SAR),” ujarnya, Selasa (9/2/2016).

Sedangkan wisata kuliner akan menyajikan hidangan laut yang khas hasil olahan warga setempat. Konsep ini diharapkan akan memberikan pendapatan bagi warga Gesing dan sekitarnya, yang akan membantu mendongkrak pendapatan warga, sekaligus mengejar ketertinggalan pantai Gesing dibandingkan pantai-pantai lainnya.


Baca Juga: Daftar Pantai-Pantai di Gunungkidul Yogyakarta yang Dapat diKunjungi

Sementara itu, ditemui secara terpisah Kepala Bidang Usaha dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Kabupaten Gunungkidul Eli Martono menyebutkan pantai Gesing selama ini dikenal pelabuhan pendaratan ikan nelayan, dari sisi budaya, warga sekitar bisa menjadikan budaya sedekah laut, sebagai daya tarik atraksi bagi wisatawan.

Kecenderungan wisatawan yang datang ke Gunungkidul adalah mencari sesuatu yang baru, yang berbeda dengan pantai lain dan tempat wisata yang sudah ada. Dengan mengangkat budaya lokal, sesungguhnya wilayah Kecamatan Panggang bersama Purwosari, dan sebagian Saptosari masuk dalam KSP-1, dengan konsep unggulan wisata pantai berbasis budaya.

“Karakter pantai Gesing berbeda dengan pantai-pantai lainnya, sehingga Gesing memerlukan usaha yang lebih keras. Tapi Gesing memiliki keunikan tersendiri, dan bisa menjadikan keunikan ini berbeda dengan wisata pantai lainnya,” terangnya.

Sumber: HarianJogja

Monday, February 15, 2016

Menikmati Indahnya Air Terjun Setawing Kulon Progo Yogyakarta

Air terjun Setawing merupakan salah satu obyek wisata yang berada di Kulon Progo. Air Terjun ini masih berada di barisan Perbukitan Menoreh yang terletak di dusun Jonggrangan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo Yogyakarta. Air terjun Setawing ini berada di tebing ketinggian sekitar 18-20 meter. Air Terjun yang cukup membuat mata kita tercengang melihat keindahan dan keasriannya.

Air Terjun Setawing foto oleh Febri Peb Santoso
Sudah banyak pengunjung yang datang ke Air Terjun Setawing ini. Selain untuk sekedar selfi dan mengambil gambar, mereka juga memang ingin membuktikan keindahan dan keasrian Air Terjun Setawing. Untuk memasuki objek Wisata Air Terjun Setawing ini pengunjung hanya dikenakan biaya parkir saja. Untuk biaya parkir motor roda 2 sebesar Rp. 2.000,-, sedangkan untuk biaya parkir kendaraan roda 4 dikenakan biaya parkir sebesar Rp. 5.000,- cukup murah sekali.

Dan bagi pengunjung yang belum pernah kesini dan mempunyai keinginan untuk melihat langsung keindahan air terjun Sitawang. Berikut adalah rute menuju lokasi air terjun Sitawang.

Rute menuju air terjun Sitawang Kulon Progo

Anda tinggal berjalan menuju ke barat saja. Ancer-ancernya dari jogja: Perempatan Ring Road Demak Injo ambil arah Godean - Lurus saja (ke arah barat) - Perempatan Nanggulan Lurus (ke barat) - Pertigaan Watumurah lurus ke bawah (jalan turun) arah Jatimulyo -  ikuti jalan aspal ( siapin gaspol solnya jalan nanjak dan lumayan tinggi) perlu motor dengan stamina yang mumpuni - pertigaan Gendu ambil arah ke kanan - pasar jonggrangan (ada di kanan jalan) - Ambil kanan masuk ke pasarnya - ikuti jalan cor sekitar 100 meter ketemu pertigaan lagi ambil kiri - ikuti jalan cor-coran sekitar 50 meter terdapat parkiran kendaraan di pemukiman warga. Silahkan titipkan kendaraannya diparkiran tersebut.

Setelah memarkirkan kendaraan, Pengunjung masih harus menempuh perjalanan sekitar 100 meter untuk mencapai Air Terjun Setawing, dengan medan jalan masih cor-coran semen. dalam perjalanan menuju Air Terung Setawing, pengunjung bisa menikmati rindangnya pepohohan yang lebat. setelah berjalan kurang lebih 15-20 menit pengunjung sampai air terjun cantik dengan batuan tebing yang berwarna kuning keemasan, sunguh konsep alami yang membuat mata ini takjub. Pengunjung juga dapat bersantai di bangku-bangku yang terdapat di area Air Terjun yang telah di sediakan pengelola. Di sekitar Air Terjun juga terdapat warung untuk memanjakan perut dan pelepas dahaga.


Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Air Terjun Setawing adalah di saat musim penghujan atau saat peralihan musim penghujan ke musim kemarau. karena jika musim kemarau debit air akan berkurang sangat drastis yang dapat mengurangi keindahan Air Terjun Setawing.

Sumber: yukdolanjogja

Friday, February 12, 2016

2 Embung di Atas Puncak Tercantik dan Terindah di Gunungkidul Jogja

Embung merupakan sebuah tempat atau wadah penampungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan atau air sungai dan danau, serta untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan sewaktu terjadi kekurangan air. Sehinga dapat digunakan petani untuk mengairi lahan di musim kemarau. Namun dibalik keindahan embung tersebut bisa dijadikan salah satu tempat wisata. Seperti 2 embung yang berada di puncak Gunungkidul berikut ini.
Foto Embung Langgeran Patuk Gunung Kidul
1. Embung Langgeran

Embung Nglanggeran terletak di Dusun Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Embung ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 19 Februari 2013. Dan setelah diresmikan embung ini langsung menjadi pusat perhatian wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini dikarenakan lokasinya berada di Gunung Api Purba Nglanggeran. Nglanggeran adalah sebuah bukit yang kemudian di bangun embung, sehingga terlihat nampak keindahan alam Gunungkidul maupun Yogyakarta dari Embung Nglanggeran tersebut.

Embung Nglanggeran adalah sebuah telaga buatan yang digunakan untuk mengairi kebun buah di sekitar Gunung Api Purba Nglanggeran. Namun dibalik fungsi dan manfaat utama tersebut, Embung Nglanggaran juga di gunakan sebagai obyek wisata.

Baca Juga: Air Terjun Kedung Kandang - Air Terjun Berundak di Pathuk Gunung Kidul

Bagi wisatawan yang ingin mencapai lokasi Embung Nglanggeran dibutuhkan tenaga yang cukup ekstra. Karena wisatawan harus berjalan dan mendaki sekitar seratus anak tangga. Namun anda tak perlu khawatir, saat sampai di Embung Nglanggeran, rasa capek kamu akan terobati dengan pemandangan yang sangat-sangat elok nan indah. kalian bisa menikmati indahnya alam dan pemandangan dari Embung Nglanggeran. Dengan adanya Gazebo, kamu bisa beristirahat dan santai sejenak menikmati angin yang sepoi-sepoi dan pemandangan yang indah.

Indahnya Senja di Embung Nglangeran Pathuk Gunungkidul
Untuk menikmati indahnya pemandangan, sore hari adalah waktu yang tepat. Berhubung terletak di ketinggian, wisatawan bisa menikmati senja di tepi Embung tanpa terhalang oleh pepohonan maupun perbukitan. Matahari yang turun secara perlahan akan memanjakan mata wisatawan.

Rute menuju Embung Nglangeran Patuk Gunungkidul:

Rute menuju Embung Nglanggeran bisa ditempuh melalui tiga arah. Pertama, dari Prambanan melalui rute Pasar Prambanan, Piyungan, Bukit Bintang Patuk, Radio GCD FM. Kemudian belok kiri kira-kira 7 KM menuju arah Desa Ngoro-oro dimana berlokasi berdirinya aneka antene stasiun-stasiun transmisi. Lalu menuju arah ke Nglanggeran. Persisnya berhenti di Pendopo Joglo Kalisong alias Gunung Nglanggeran. Jarak tempuh kira-kira 20 km dari Prambanan.

Kedua, dari arah Wonosari melalui rute Bunderan Sambipitu, lalu ambil kanan arah ke dusun Bobung –pusat kerajinan topeng—dan kemudian menuju Desa Nglanggeran. Jarak tempuh sekitar 20 km dari Kota Wonosari.

Ketiga, dari arah Utara melalui rute Pertigaan Bendogantungan di Klaten menuju arah Selatan melalui RS Jiwa Koloni Soedjarwadi, Pasar dan Kecamatan/Tugu Wedi, Pesu, Mawen, Teluk, Jogoprayan, Tumpang, Sampang dan kemudian naik menanjak menuju Kawasan Baturagung. Jarak tempuh kira-kira 20 km dari Bendogantungan.
Foto Embung Batara Sriten di Puncak Tertinggi Gunungkidul
2. Embung Batara Sriten

Embung Batara Sriten merupakan salah satu embung yang kini menjadi tempat wisata baru di Gunungkidul. Lokasinya terletak di Padukuhan Sriten Desa Pilangrejo Kecamatan Nglipar Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu Embung Batara Sriten juga diproyeksikan sebagai Agrowisata kebun buah diantaranya, manggis dan kelengkeng di perbukitan Baturagung utara yaitu Gunung yang merupakan puncak tertinggi di Gunungkidul atau juga disebut dengan puncak Tugu Magir dengan ketinggian kurang lebih 896 mdpl.

Jika kamu ingin berkunjung ke tempat ini, diharapkan untuk berhati-hati, karena jalan menuju lokasi sampai saat ini masih belum halus, alias masih ada perbaikan. Di perjalanan menuju lokasi nanti kamu akan disuguhi pemandangan alam, keindahan lahan diperbukitan (terasiring) yang indah sekali, dan terlihat tumbuhan yang ijo royo-royo dengan angin sepoi- sepoi.
Menikmati Sunset di Embung Sriten Gunungkidul
Untuk masuk ke Embung Batara Sriten kamu tak perlu mengeluarkan goceh banyak, karena hanya dipungut biaya tiket masuk seharga 5000 per orang. Sesampai di lokasi kalian bisa menikmati pesona embung diatas awan dan pemandangan yang luar biasa indah dengan view 360 derajat, persawahan, perkampungan, perbukitan, dan beberapa wilayah yang ada di sekitarnya seperti Klaten, Rawa Jombor, Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Sleman, Gunungkidul, Yogyakarta dan sebagainya.


Jika kamu berkunjung pagi-pagi dan sore hari bisa menikamati keindahan sunrise ataupun sunset di Embung Batara Sriten ini dengan view yang menakjubkan.

Rute menuju Embung Batara Sriten Gunungkidul:

Jogja » Jl. Wonosari » Piyungan » Bukit Patuk atau Bukit Bintang » Pertigaan Sambipitu ke kiri menuju arah Nglipar » Perkebunan Hutan Kayu Putih » Pertigaan sebelum Pasar Nglipar ke kiri » Jalan Nglipar-Ngawen » Kedungpoh » Pertigaan timur Kantor Kepala Desa Pilangrejo tepatnya Jl. Nglipar-Ngawen Km. 6,5 ke kiri » ikuti jalan aspal dan cor blok sambil lihat penunjuk arah ke Embung Batara Sriten dan Perbukitan Baturagung (Puncak Tertinggi Gunungkidul)

Itulah 2 embung di atas puncak Gunung kidul yang memiliki keindahan pemandangan alam yang sangat menawan. Jika kalian belum pernah ke tempat ini, rasanya kalian perlu berkunjung ke embung tercantik dan terindah ini untuk sekedar berfoto dan menikmati keindahan alamnya.

Thursday, February 11, 2016

Menikmati Keindahan Surga Kecil di Jurug Bangunsari, Candirejo Semin Gunungkidul

Keelokan wisata Gunungkidul, semakin hari semakin banyak mencuri perhatian para pengguna media sosial apalagi para pecinta piknik dan blusukan. Kali ini ada sebuah destinasi wisata yang tergolong masih baru dan belum banyak orang yang mengetahuinya.
Jurug / Air terjun Bangunsari, Candirejo Semin Gunungkidul
Jurug Bangunsari, Candirejo Semin sebuah air terjun yang memiliki ketinggian 5 meter dan memiliki struktur grojokan yang berundak. Terlihat segarnya air yang mengalir membelah pepohonan yang rindang seakan menyembunyikan surga kecil ini. 

Lokasi Jurug Bangunsari terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Gunungkidul  ( DIY) dan Kabupaten Sukoharjo ( Jawa Tengah ). Lebih tepatnya masuk kawasan wilayah  Dusun Bangunsari, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kab.Gunungkidul. Jurug Bangunsari memiliki dua grojokan yang membentang di kanan kiri bebatuan Jurug Bangunsari. Untuk mencapai lokasi ini kita juga akan melewati camping ground berupa perbukitan kapur dan menelusuri anak sungai kecil yang merupakan aliran dari Jurug Bangunsari.
Grojokan air terjun Bangunsari, foto oleh tentangGK
Saat anda tiba di jurug ini kita akan dimanjakan dengan suara gemuruh jurug dan segarnya air dengan pemandangan yang cukup asik. Selain itu anda juga bisa bermain air atau berenang di kolam kecil di bawah grojokan dan diatas grojokan, atau ingin bermain di bawah derasnya Jurug Bangunsari juga bisa.

Baca Juga: 2 Embung di Atas Puncak Tercantik dan Terindah di Gunungkidul Jogja

Untuk kedepannya Jurug ini akan dikelola oleh warga masyarakat agar bisa menambah khasanah kekayaan alam di kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul dan juga sebagai tempat wisata alam. Bagi anda yang ingin berkunjung ke air terjun Bangunsari, bisa melalui rute berikut ini.

Rute menuju Air Terjun Bangunsari:

Wonosari → Karangmojo → Pasar Semin ke utara → pom bensin lurus → pertigaan ke sukoharjo ambil kanan lurus → 10 meter setelah tugu perbatasan Gunungkidul dan sukoharjo → ambil ke kiri masuk ke Padukuhan Bangunsari → kira kira 1Km ada papan petunjuk PAUD silahkan ambil kanan jalan cor blok → kira kira 300 meter ketemu perempatan , silahkan titipkan kendaraan anda di tempat penduduk dari tempat ini kita bisa tracking 10 menit menuju lokasi.

Atau anda bisa gunakan Koordinat Lokasi di Google Maps / GPS  -7.818540, 110.743659, silahkan di copy saja.

Selamat blusukan ke Air Terjun Bangunsari dan menikmati segarnya air alami disertai pemandangan alam di sekitarnya.

Sumber: tentangGK

Pemerintah Siapkan 10 Triliun untuk Kembangkan Obyek Wisata Candi Borobudur

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pemerintah sangat serius untuk mengembangkan objek wisata Candi Borobudur. Menurut dia, diperlukan investasi sebesar Rp 20 triliun untuk bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik.

“Borobudur nantinya jadi destinasi utama berstandar internasional,” kata Arief setelah rapat terbatas di Hotel Manohara, Magelang, Jumat, 29 Januari 2016. Dengan status tersebut, Arief mengatakan dibutuhkan pembangunan bandara bertaraf internasional dan hotel-hotel berkelas.
Candi Borobudur foto oleh jogja.co
Dikutip dari swa.co.id, Menurut Arief, berdasarkan hitung-hitungan jumlah kebutuhan investasi tersebut akan dibagi menjadi dua bagian. Pertama, pemerintah akan menyiapkan Rp 10 triliun untuk membangun infrastruktur utama seperti jalan, listrik, dan air. Sedangkan sisanya, akan disumbang oleh investor asing maupun lokal untuk membangun fasilitas penunjang seperti hotel.

Arief mengatakan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Candi Borobudur akan meningkat seiring rencana pengembangan. Dia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara bisa meningkat menjadi 2 juta pengunjung dari rata-rata saat ini hanya 250-300 ribu orang.

“Dua juta Wisata Mancanegara itu bisa mendatangkan devisa sekitar US$ 2 miliar. Uang yang beredar sekitar Rp 100 triliun,” kata Arief. Sedangkan/untuk kunjungan wisatawan lokal, Arif menargetkan bisa mencapai 5 juta orang.


Baca Juga: Dekat Candi Borobudur akan Dibangun Bandara Internasional

Untuk mencapai target itu, pemerintah akan membentuk satu manajemen atau pengelolaan khusus Candi Borobudur. Arief mengatakan lembaga itu berupa Badan Otorita Borobudur. Pengelolaannya, lanjut Arief, akan dilakukan secara terintegrasi. Skema ini tidak berbeda seperti pengelolaan wisata di kota Madrid, Spanyol yang diambil alih oleh negara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan pengembangan Candi Borobudur. Pasalnya, objek wisata Borobudur banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu keberadaannya mesti terus dilestarikan. “Pengembangan ini mesti disiapkan dengan baik,” ucap Presiden Jokowi.

Sumber: SWA.co.id

Tuesday, February 9, 2016

Pantai Ngetun, Hidden Paradise di Gunungkidul yang Masih Alami

Satu lagi pantai cantik hidden paradise di Gunungkidul, Pantai Ngetun. Pantai ini punya pasir putih yang halus dan bebatuan tebing yang terlihat eksotis. Pantai Ngetun masih jarang dikunjungi oleh para wisatawan, jadi masih sepi dan tenang. Benar-benar perawan sehingga masih alami dan enak untuk dikunjungi.

Pantai Ngetun berada di Dusun Sureng, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul sebaris dengan pantai – pantai keren seperti pantai pok tunggal , pantai timang , pantai suing.
Pantai Ngetun Gununugkidul Hidden Paradise
Pantai Ngetun agak sulit dicari, dan untuk sampai kesini kamu harus butuh perjuangan. Pertama kamu harus menemukan SDN IV Tepus yang keberadaannya agak tersembunyi di balik semak belukar. Gedung sekolah itu berwarna kuning. Biar tidak kesasar kamu bisa bertanya ke penduduk setempat.

Nanti setelah kamu menemukan SDN IV Tepus, kamu bisa melewati jalan yang ada di sampingnya dengan mengikuti jalan beton. Lalu akan bertemu dengan pertigaan kuburan keramat dan lurus saja.

Setelah itu, akan melewati jalan bebatuan yang penuh guncangan dan melewati 2 pedesaan. Dari info warga sekitar, kamu akan melewati sebuah lapangan yang ada pohon beringin besar. Lalu, setelah itu lurus saja hingga bertemu dengan pusat mata air, sebagai tempat memakirkan kendaraan. Kemudian, kamu harus berjalan kaki karena harus melewati bebatuan yang licin, jadi diharapkan berhati-hati.


Dan setelah kamu menempuh perjuangan yang cukup melelahkan hamparan pasir yang bersih dan sepi tanpa ada wisatawan lain sangat menggoda pemandangannya, serasa pantai itu milik pribadi. Kita dimanjakan pasir putih yang masih alami dengan deburan ombak yang menabrak karang dan pegunungan yang hijau dengan teduhnya pepohonan di sekitar pinggiran pantai. Tidak sedikitpara wisatawan yang jauh – jauh nyari tempat ini untuk tempat pemotretan atau bahkan dijadikan  untuk  pemotretan preweeding.

Penasaran dengan pesona keindahan Pantai Ngetun, tonton video berikut ini:


Kata penduduk setempat, Jika kita beruntung atau berkunjung di waktu yang pas, bisa bertemu penyu yang naik ke daratan untuk bertelur pada musimnya. Masih banyak juga, ikan-ikan yang dapat dilihat di pinggiran pantai. Ini sungguh surga tersembunyi dibalik pegunungan khas Gunungkidul dengan pantainya yang sangat menawan.

Sumber: TentangGK

Monday, February 8, 2016

Daftar Wisata Pantai di Gunungkidul Yogyakarta yang Dapat diKunjungi

Kawasan Wisata Pantai - GunungKidul merupakan salah satu kabupaten dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai salah satu tempat yang ramai dikunjungi saat musim liburan oleh wisatawan terutama wisata Pantai. Kawasan Pantai di Gunungkidul tersebar dari ujung Timur yang berbatasan dengan Wonogiri dan ujung Barat yang berbatasan dengan Bantul.  Bagi kamu yang hendak berkunjung ke pantai-pantai di Gunungkidul sebaiknya rencanakan terlebih dahulu pantai mana yang hendak kamu kunjungi karena jika untuk mengunjungi semua Pantai-Pantai di Gunungkidul Yogyakarta, tidak cukup dalam waktu sehari ataupun dua hari. Dan berikut adalah daftar Pantai-Pantai di Gunungkidul yang dapat kamu kunjungi saat musim liburan.
Pantai Sadranan, Tepus, Gunungkidul,Yogyakarta
Daftar Pantai-Pantai di Gunungkidul Yogyakarta yang Dapat diKunjungi

1. Pantai Parangndog di desa Girijati, kecamatan Purwosari.
2. Pantai Watugupit di desa Giricahyo, kecamatan Purwosari
3. Pantai Klampok di desa Girijati, kecamatan Purwosari
4. Pantai Bekah di desa Giripurwo, kecamatan Purwosari
5. Pantai Ngunggah di dusun Pejaten, desa Giriwungu, kecamatan Panggang.
6. Pantai Grigak di kecamatan Panggang
7. Pantai Celeng Tibo di desa Girikarto, kecamatan Panggang.
8. Pantai Kesirat (Tanjung Kesirat/Gesirat) di desa Girikarto, kecamatan Panggang.
9. Pantai Ngreslangu di kecamatan Panggang
10. Pantai Clungup di kecamatan Panggang
11. Pantai Wohkudu di Kampung Nglaos, Dukuh Wiroso, Desa Girikarto, kecamatan Panggang.
12. Pantai Nungguran di desa Girikarto, kecamatan Panggang
13. Pantai Kepek di desa Girikarto, kecamatan Panggang
14. Pantai Karangtelu di desa Girikarto, kecamatan Panggang
15. Pantai Gesing di dusun Panjolomulyo, desa Girikarto, kecamatan Panggang.
16. Pantai Butuh
17. Pantai Njanganan di dusun Bedalo, desa Krambilsawit, kecamatan Saptosari. 18. Pantai Nglimun di dusun Bedalo, desa Krambilsawit, kecamatan Saptosari.
19. Pantai Jugala di dusun Bedalo, desa Krambilsawit, kecamatan Saptosari.
20. Pantai Ngeden (Ngedan) di dusun Bedalo, desa Krambilsawit, kecamatan Saptosari.
21. Pantai Pringjono di kecamatan Saptosari
22. Pantai Nguyahan di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari
23. Pantai Ngobaran di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari
24. Pantai Dadap Ayam di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.
25. Pantai Dluwok di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.
26. Semenanjung Biting di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari
27. Pantai Ngrenehan di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.
28. Pantai Torohudan (Toroudan) di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.
29. Pantai Ngrawah
30. Pantai Widodaren di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.
31. Pantai Kayu Arum
32. Pantai Parang Rancuk
33. Pantai Baron di kecamatan Tanjungsari
34. Pantai Kukup di kecamatan Tanjungsari
35. Pantai Porok di kecamatan Tanjungsari
36. Pantai Lolang di desa Kemadang, kecamatan Tanjungsari.
37. Pantai Sepanjang di desa Kemadang, kecamatan Tanjungsari. 
38. Pantai Sanglen di kecamatan Tanjungsari
39. Pantai Watu Kodok di dusun Kelor Kidul, desa Kemadang, kecamatan Tajungsari.
40. Pantai Drini di kecamatan Tanjungsari
41. Pantai Watu Bolong
42. Pantai Ngrumput
43. Pantai Sarangan
44. Pantai Krakal di kecamatan Tanjungsari
45. Pantai Slili di kecamatan Tanjungsari
46. Pantai Sadranan di kecamatan Tepus.
47. Pantai Ngandong di kecamatan Tepus.
48. Pantai Sundak di desa Tepus, kecamatan Tepus.
49. Pantai Somandeng di desa Tepus, kecamatan Tepus.
50. Pantai Pulang Syawal (Indrayanti) di desa Tepus, kecamatan Tepus.
51. Pantai Trenggole di desa Tepus, kecamatan Tepus.
52. Pantai Goa Watulawang di desa Tepus, kecamatan Tepus.
53. Pantai Pok Tunggal di desa Tepus, kecamatan Tepus.
54. Pantai Ndawud di desa Tepus, kecamatan Tepus.
55. Pantai Kajar di desa Tepus, kecamatan Tepus.
56. Pantai Watu Nene di desa Tepus, kecamatan Tepus.
57. Pantai Seruni di desa Tepus, kecamatan Tepus.
58. Pantai Serah
59. Pantai Krisik
60. Pantai Sembung
61. Pantai Butun Doyong
62. Pantai Mbeling
63. Pantai Ngetun di dusun Sureng, desa Purwodadi, kecamatan Tepus
64. Pantai Timang di kecamatan Tepus
65. Pantai Jogan di kecamatan Tepus
66. Pantai Nglambor (Lambor) di kecamatan Tepus.
67. Pantai Siung di kecamatan Tepus
68. Pantai Banyunibo
69. Pantai Midodaren
70. Pantai Mahguntur
71. Pantai Manukan
72. Pantai Watu Bolong di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.
73. Pantai Watu Lumbung di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.
74. Pantai Pesewan di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.
75. Pantai Nglegundi di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.
76. Pantai Nampu di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.
77. Pantai Wediombo di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.
78. Pantai Gander
79. Pantai Watulawang
80. Pantai Sawahan
81. Pantai Wedanan
82. Pantai Grendan
83. Pantai Botorubuh
84. Pantai Watu Bonang
85. Pantai Ngregisan
86. Pantai Watu Kebo
87. Pantai Jungwok di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.
88. Pantai Ngusalan di kecamatan Girisubo
89. Pantai Greweng (Pulutan) di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.
90. Pantai Sinden dan Pulau Kalong
91. Pantai Sedahan di kecamatan Girisubo
92. Pantai Dadapan di kecamatan Girisubo
93. Pantai Ngungap
94. Pantai Wono
95. Pantai Srakung
96. Pantai Tanjung Menyer
97. Pantai Sadeng
98. Pantai Baronan
99. Pantai Mbrumbun
100. Pantai Bungusan (tebing
101. Pantai Krokoh di kecamatan Girisubo.
102. Pantai Kapen
103. Pantai Belang
104. Pantai Mengetan (Dadapan) di tapal batas Gunungkidul (DIY) dan Wonogiri (Jawa Tengah)

Itulah Daftar Keseluruhan Pantai yang berada di kawasan Gunungkidul, Yogyakarta. Sehingga dengan melihat daftar tersebut kamu bisa menentukan pantai mana kamu kunjungi dan memudahkan untuk kamu telusuri. Bagaimana jadi bingung kan, karena sungguh banyak sekali Pantai di Gunungkidul.


Sumber: Jogja.co

Friday, February 5, 2016

Pesona Taman Batu - Geopark Stone Garden Gunungkidul di Sore Hari

Taman Batu Gunungkidul atau disebut Geopark Stone Garden terletak di sebelah selatan Kota Wonosari, tepatnya di Ngingrong, Kecamatan Mulo, Kabupaten Gunungkidul.  Lokasinya hanya sekitar 9,4 km dan dapat ditempuh 17 menit dari pusat kota wonosari, tempat ini sangat strategis dan mudah dijangkau.

Jika biasanya taman itu cenderung dengan hijau-hijauan seperti bunga, dan tanaman yang lain, Tetapi taman batu ini beda dengan taman-taman yang lain. Sesuai julukannya yaitu kawasan Gunung Sewu, Taman batu ini di desain menggunakan batu. Ya, latar-latarnya serta semua konstruksi bangunannya menggunakan batu.

Selfie di taman Batu Geopark foto oleh instagify @negeriarif
Selain bangunannya yang terbuat dari bebatuan, tempatnya pun unik, asyik dan sangat luas. Ketika kamu berkunjung kesini, bisa bersantai sambil belajar mengenal bebatuan yang ada di tempat tersebut. Karena Taman ini memang merupakan salah satu tempat yang digunakan sebagai studi dan pusat informasi tentang geopark sekaligus bisa jadi tempat wisata. Momen yang paling enak dan pas jika mau kesini adalah di pagi hari ataupun sore hari. Karena kalau siang hari dipastikan cuaca panas, karena di taman batu tersebut tidak ada tanaman, yang ada hanya di sekitar taman.

Rute menuju Taman Batu Geopark Kawasan Gunung Sewu

Dari arah Wonosari: jalan Baron ke selatan sampai desa mulo ada pertigaan, jika lurus ke arah pantai Baron, kalo kiri ke arah pantai siung atau kecamatan Tepus. Ambil ke kiri, Lokasi Taman batu 100m dari pertigaan. 

Jika Butuh petunjuk arah menuju Taman Batu Gunungkidul? Nih petunjuk jalan silahkan buka saja link Google Maps Klik Disini. 

Jika kamu sedang liburan ke kawasan wisata pantai selatan, bisa mampir ke taman batu geopark untuk menikmati indahnya taman tersebut. Karena lokasi taman tersebut sejalan dengan jalan pantai selatan, yaitu di pertigaan mulo. 


Menikmati indahnya taman ini dengan berfoto serta mengenal tentang bebatuan asli Gunungkidul boleh kok, Tapi  perlu diingat, apabila kamu kesana diharap jaga kebersihan taman dan jangan merusak taman tersebut.

Air Terjun Kedung Kandang - Air Terjun Berundak di Pathuk Gunung Kidul

Mencari tahu tempat indah yang tersembunyi dibalik perbukitan Gunung Kidul, Salah satunya Air terjun yang satu ini, yang bernama “ Kedung Kadang”. Sebuah air terjun yang membelah hijaunya persawahan dengan lembah yang asri dan tentunya masih alami siap untuk memanjakan mata anda untuk para pecinta traveling atau the blusukan apalagi di saat musim penghujan seperti pertengahan bulan ini. Air terjun Kedung Kandang sendiri merupakan air terjun setinggi kurang lebih 25 meter yang memiliki keunikan berupa kontur yang bertingkat-tingkat, sehingga memiliki khas daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. 

Air Terjun Kedung Kandang
Lokasi Air Terjun Kedung Kandang terletak di Padukuhan Gunung butak Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Nah untuk sampai ke tempat ini anda harus butuh perjuangan karena setelah menitipkan kendaraan di tempat parkir area penduduk kamu harus berjalan kaki kurang lebih 1,5 km melewati pematang sawah yang cukup curam ,oleh karena itu bagi kamu yang berkunjung kesini wajib berhati – hati  karena jalannya kemungkinan licin dan siapkan tenaga yang ekstra untuk menuruni medan yang cukup menantang. dan untuk rute mencapai Lokasi Air Terjun Kedung Kandang, kamu bisa lihat rute berikut ini.

Rute Menuju Air Terjun Kedung Kandang

Rute dari arah jogja: jalan wonosari menuju pathuk, sebelum SMP N 2 Pathuk masuk ke ke kiri Gapura arah Desa Bobung, nanti ada perempatan jika Lurus ke Desa wisata silahkan ambil kiri arah ke Langgeran. Ada warung Mie ayam Mbak Ning (Mie Ayam Piring) kanan jalan - masuk ke kiri - masuk 200 meter ada lapangan volly, kamu bisa menitipkan kendaraan anda di penduduk sekitar lalu silahkan berjalan menuju air terjun.

Keindahan Pemandangan Alam di sekitar Air Terjun Kedung Kandang
Rute dai Kota Wonosari langsung saja menuju Pertigaan Sambipitu belok kanan ke arah langgeran. Ada warung Mie ayam Mbak Ning (Mie Ayam Piring) kanan jalan - masuk ke kiri - masuk 200 meter ada lapangan volly, kamu bisa menitipkan kendaraan anda di penduduk sekitar lalu silahkan berjalan menuju air terjun.


Meskipun belum dikelola secara resmi oleh pengelola wisata namun tempat ini sudah cukup dikenal dan dikunjungi oleh banyak para pecinta piknik, apalagi di saat hari libur atau akhir pekan. Pemandangan yang disuguhkan Kedung Kandang masih ada beberapa Kedung yang membelah persawahan Bendo diantaranya kedung keris , Kedung Temanten , dan ada juga Kedung Jurug. Meskipun sudah banyak yang berkunjung kesini, tetapi bagi kamu yang mempunyai keinginan untuk berkunjung ke tempat ini tetapi harus berhati – hati karena jalanya sulit

Sumber: TentangGK

Thursday, February 4, 2016

Menikmati Keindahan Sunrise di Gardu Pandang Kebun Buah Mangunan, Dlingo

Banyaknya minat para wisatawan untuk berkunjung ke Jogja, tentu tak luput dari hadirnya tempat-tempat menarik buat di jadikan tujuan wisata. Salah satunya adalah Gardu Pandang di Kebun Buah Mangunan, Bantul, Yogyakarta yang akhir-akhir ini sering dikunjungi oleh para wisata dan petualang karena keelokan pemandangannya, apalagi saat menunggu matahari terbit. Pengunjung atau wisatawan dapat menikmati keindahan alam dan sunrise yang sangat menarik. Jadi Penasaran kan dimana letak lokasi ini?

Panorama alam di Kebun Buah Mangunan Foto oleh jogja.co
Gardu Pandang Kebun Buah Mangunan terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Lokasinya berjarak sekitar 35 km dari pusat Kota Yogyakarta. Tempat wisata ini dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul di atas tanah seluas 23,3415 hektar pada ketinggian 150-200m diatas permukaan laut. Titik ketinggian yang membuat kawasan ini memiliki udara yang sejuk serta pemandangan pegunungan seribu. Jika kamu tertarik untuk mengunjungi lokasi ini berikut adalah rute jalan menuju Gardu Pandang Kebun Buah Mangunan, Dlingo, Bantul

Rute menuju Gardu Pandang Kebun Buah Mangunan

Rute dari arah kota Yogyakarta langsung saja menuju jalan Imogiri Timur atau arah jalannya yaitu Terminal Bus Giwangan ke selatan terus hingga sampai di Kecamatan Imogiri, belok Kiri dan mengikuti jalan tersebut ambil jalur Imogiri – Dlingo (lihat plang petunjuk jalan), nanti sekitar 5 km kamu akan menjumpai Balai Desa Mangunan, nah disitu ada petunjuk arah menuju ke lokasi Gardu Pandang Kebun Buah. Akses jalan menuju ke tempat ini sudah cukup baik. Dalam perjalanan kamu akan melewati jalanan naik dan turun khas  perbukitan , lembah, dan pohon-pohon / hutan sehingga tetap harus hati-hati di jalan.

Harga untuk masuk ke kawasan wisata Gardu Pandang Kebun Buah Mangunan tidaklah mahal, kamu nanti hanya akan dipungut biaya masuk sebesar Rp 5000/orang yang mana sudah termasuk asuransi.

Dengan begitu kamu bisa menikmati pemandangan panorama alam, sunrise di gardu pandang, para pengunjung juga dapat melakukan swafoto dengan latar belakang pegunungan dan bentangan Sungai Oyo. Lihat Video Sunrise di Gardu Pandang Kebun buah Mangunan Dlingo Bantul Yogyakarta beriku ini.


Dan kabarnya karena banyaknya pengunjung yang antusias menikmati keindahan alam Gardu Pandang Kebun Buah Mangungan, Pemerintah setempat, akan menambah gardu pandang di Kebun Buah Mangunan Kecamatan Dlingo, guna mendukung pengembangan kawasan wisata perbukitan tersebut.

“Rencananya tahun ini ditambah gardu pandang, ini sebagai salah satu upaya untuk memanjakan para pengunjung Kebun Buah Mangunan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul.


Gardu pandang yang baru katanya akan berada di sisi barat gardu pandang lama, di gardu pandang ini, nantinya para pengunjung kebun buah juga dapat menikmati keindahan pegunungan dan bentangan Sungai Oyo.

Jika kamu masih peasaran dan belum pernah ke lokasi ini silahkan langsung saja berkunjung di Gardu Pandang Kebun Buah Mangunan dan nikmati eksotisme keindahan alamnya.

Kawasan Wisata Malioboro Jogja akan Ditanami Pohon Asem dan Gayam

Setelah banjir kritik, pagar portabel yang membentang di sepanjang Malioboro akhirnya disingkirkan. Pagar betis yang membentang di pinggir sepanjang jalan malioboro di dipasang pada akhir tahun lalu. Dengan adanya pagar betis tersebut malioboro menjadi tidak lagi hijau, teduh, sejuk dan nyaman bagi masyarakat atau pengunjung kawasan wisata malioboro. Pasalnya malioboro yang dulu lebih teduh dan tidak tropis dengan tananan pihon hijau.

Ilustrasi Foto oleh jogja.co
Namun, setelah menuai banyak kritikan dari masyarakat jogja maupun pengunjung kawasan wisata Malioboro Jogja kabarnya akan dilakukan Penanaman pohon-pohon hijau seperti pohon asem dan gayam.

Dikutip dari HarianJogja Arief Azazie Zein, Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY, mengatakan bahwa akan ada tanaman-tanaman yang sifatnya filosofis yaitu asem dan gayam. Kedua jenis tanaman ini dipilih karena merupakan tanaman vegetasi asli area Malioboro. Dimana pohon-pohon tersebut akan ditanam dengan jarak per 100 meter.


Dan Sebagai pengisi di antara pohon asam dan gayam, akan ditanam pula tanaman kepel dan sawi kecik. Pohon-pohon tersebut ditanam sebagai bagian dari rencana mewujudkan kawasan Malioboro yang teduh, sejuk, dan nyaman. “Karena pejalan kaki kita ini merupakan pejalan kaki daerah tropis, panas jadinya tidak nyaman,” ujar Arief.

Semoga penanaman pohon ini terealisasi dengan baik, sehingga malioboro kembali menjadi kawasan wisata dan belanja yang teduh, sejuk dan nyaman.

Sumber: HarianJogja

Wednesday, February 3, 2016

Telaga Biru Candirejo, Semin Obyek Wisata Baru di Gunung Kidul

Telaga Biru merupakan obyek wisata baru yang terletak diujung utara perbatasan Kabupaten Gunungkidul dengan Jawa Tengah. Sekitar 25 km dari pusat kota Wonosari, tepatnya di Dusun Ngentak, Candirejo, Semin, Gunungkidul. Jika kalian dari arah Wonosari, Telaga Biru bisa di tempuh selama 36 menit dengan menggunakan motor, dan kecepetan rata-rata antara 60km/perjam.

Telaga biru ini hanyalah bekas tambang batu. Meskipun, hanya bekas tambang batu, dan sekarangpun masih ada aktifitas pertambangan, namun ada keindahan tersendiri di balik bekas tambang batu tersebut. Menurut sumber travelgunungkidul.com awalnya tempat ini hanyalah sebuah bukit, atau gunung yang di manfaatkan oleh warga sekitar untuk di ambil batunya dan dijadikan kerajinan. Seiring berjalannya waktu, bukit tersebut semakin hari semakin terbelah dan mulai hilang. Entah ini termasuk eksploitasi alam atau bukan.Telaga Biru Candirejo, Semin, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Foto Telaga Biru intagram alfanahsanirestuadi
Namun bikin menarik, dari sisa-sisa pertambangan ini menghasilkan sebuah Wisata baru di Gunung Kidul yang sangat indah. Lubang-lubang lebar yang luas dan curam dikelilingi bebatuan itu kini telah berubah menjadi sebuah telaga yang berisi air hujan. Sehingga warga sekitarpun menyebutnya adalah Telaga Biru.

Mengapa di sebut dengan telaga biru.? Karena memang warna airnya kebiru-biruan. Sebenarnya di telaga ini ada beberapa telaga, dan warna airnya berbeda. Jika kita melihat atau menikmati pemandangan Telaga ini dari bukit Gunung, sekilas seperti Telaga Tiga Warna yang berada di kawasan dataran tinggi Dieng yang sudah sempat ngehit terlebih dahulu. Karena memang ada 3 telaga yang dipenuhi air dan warna airnyapun berbeda.

Baca Juga: Fenomena Cahaya Surga di Gua Jomblang Gunung Kidul yang Menakjubkan

Untuk berkunjung ke tempat wisata ini kamu tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak, kecuali hanya dengan biaya untuk parkir Rp.2000, kalian bisa menikmati indahnya Telaga Biru ini dengan sepuasnya. Kalian akan dimanjakan dengan tiga telaga yang airnya berbeda yang seolah-olah seperti Telaga tiga Warna. Selain pemandangan Telaga, kalian akan disuguhi hijaunya alam yang berada di sekeliling bukit. Pemandangannya Hijau dan sangat Indah sekali. Tapi perlu dingat, jika kalian berkunjung kesana pastikan selalu jaga lingkungan dan jangan merusak atau membuang sampah sembarangan.

Foto Wide Angle Indahnya Telaga BIruu Candirejo Semin Gunung Kidul
Berikut adalah rute menuju obyek wisata Telaga Biru Candirejo, Semin Gunung Kidul

Rute menuju Telaga Biru dari arah Kota Wonosari:

Rute menuju Telaga Biru adalah Wonosari-Semin-Watu kelir. Jika kalian dari arah Wonosari, silahkan kalian ambil jalan menuju pasar semin. Nah jika sudah sampai pasar semin, ambillah jalan yang menuju ke Watu Kelir. Kalau dari arah semin menuju Watu Kelir ini maka bisa dikatakan kearah utara.

Sebelum watu kelir, kalian akan menjumpai Gapura selamat datang di Gunungkidul, atau perbatasan Gunungkidul dengan Jawa Tengah yang masih dalam tahap pembangunan. Nah dari Gapura perbatasan tersebut Telaga biru masih lurus. Tapi kami sarankan untuk pelan-pelan.

Sekitar 1 Km dari gapura tersebut ada jembatan, dan pas disetelah jembatan tersebut silahkan ambil kanan, jalanannya cor blok. Silahkan lurus saja, setelah 300 silahkan ambil kiri. dan sekitar 200 meter sampailah di Telaga biru tersebut.

Sumber: travelgunungkidul

Fenomena Cahaya Surga di Gua Jomblang Gunung Kidul yang Menakjubkan

Gua Jomblang atau Luweng Grubeg merupakan salah tempat layak dikunjungi petualang yang suka menyusuri gua (caver) karena gua ini merupakan satu-satunya gua dengan pintu masuk cahaya atau dikenal dengan cahaya surga. Tak usah disangsikan keindahannya sehingga menjadi buah bibir para petualang.

Gua Jomblang merupakan gua vertikal yang memang sangat dilindungi dan bukan sembarang orang bisa mengunjunginya. Lokasi Gua Jomblang terletak di Jetis Wetan, Panjangrejo, Semanu,  Gunungkidul. Jika ditempuh dari Wonosari kota gua ini berjarak 10 km dari Alun-alun Wonosari selama 60 menit atau sekitar 60 km dari Kota Yogyakarta selama 1,5 jam.

Foto Fenomena Cahaya Surga di Gua Jomblang Gunung Kidul
Kawasan ini memiliki pesona berupa sinar over of ligth atau sering disebut wisatawan sebagai cahaya surga yang hanya ada satu di dunia dan sangat cantik sekali. Guna melindungi sekaligus memberi penghidupan masyarakat sekitar tanpa merusak lingkungan, maka konsep ekowisata dipilihnya. “Gua Jomblang akan menjadi ekowisata bukan wisata masal atau mass tourism. Nantinya, akan berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Pengelola sekaligus instruktur Gua Jomblang, Kurniawan Adhi Wibowo mengatakan bahwa mayoritas wisatawan domestik dan mancanegara ingin meneliti termasuk mendalami karakteristik gua. Selain itu, mempelajari kehidupan hayati dan hewani di dalamnya yang  cukup beragam Sebelum melihat lebih dekat ke gua, penjelajah biasanya istirahat dulu di Jomblang Resort yang awalnya dibangun untuk para peneliti. Tapi sekarang, bisa memanfaatkan resort yang tersedia.

Masyarakat setempat menyebut gua ini dengan sebutan Luweng Jomblang. Gua vertikal bertipe collapse doline ini terbentuk akibat proses geologi  amblesnya tanah beserta vegetasi di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu, dan runtuhan tersebut membentuk

Foto Fenomena Cahaya Surga di Gua Jomblang sangat menakjubkan
Sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa Jawa disebut Luweng. Karena itu, mulut gua berdiameter  50 meter itu sering disebut dengan nama Luweng Jomblang. Bahkan untuk masuk gua vertikal ini, para caver harus melalui tahap yang paling mendebarkan. Di sinilah dibutuhkan keberanian, karena untuk masuk gua harus mampu teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). “Bagi para wisatawan dan caver di sini wajib gunakan peralatan khusus SRT set yang terdiri dari seat harness, chest harness, ascender, auto descender, footloop, dan lainnya. Untuk pelengkap ada coverall, sepatu boot, dan headlamp untuk penerangan. Lihat Video berikut ini.


Sebelum menuruni tebing ini, kamu akan dijelaskan oleh pengelola Gua mengenai sekelumit Gua Jomblang dan peraturan yang harus ditaati caver demi keselamatan dan keamanan.  Di bawah instruksinya setelah para caver memakai peratalan standar SRT set, satu persatu caver turun ke dasar gua dengan total kedalaman 80 meter.

Ada tiga jalur yang bisa dilalui, yakni VIP  dengan kedalaman 15 meter, standar  dengan kedalaman 60 meter dan ekstrim  dengan kedalaman 80 meter.”Bagi pemula, biasanya gunakan jalur VIP meski bisa juga melalui jalur standar. Di jalur standar ini, caver akan mendarat tepat di hutan purba yang ada di dasar gua. Hutan inilah yang membedakan Luweng Jomblang dengan gua lainnya dan wisata di sini disebut juga ekowisata.

Tepat di dasar Luweng Jomblang terhampar gua horizontal yang cukup lebar. Ini adalah pintu masuk menuju Gua atau Luweng Grubug yang berjarak sekitar 300 meter dari dasar Luweng Jomblang. Berjalan di lorong kegelapan sekitar 10 menit, para penelusur akan langsung menemui sebuah fenomena alam yang yang sangat mengagumkan. Di dasar Luweng Grubug terdapat dua buah stalagmit besar berwarna hijau kecoklatan.

Baca Juga: Telaga Biru Candirejo, Semin Obyek Wisata Baru di Gunung Kidul

Apabila penjelajah dapat mencapai dasar Grubug pada pukul 12.00-13.00 WIB, pemandangan sinar matahari yang menerobos kegelapan gua akan begitu menakjubkan yang disebut Cahaya Surga. Bagi wBagi wisatawan yang ini mencoba menyusuri Gua Jomblang dikenakan tarif  sebesar Rp 450 ribu per orang sudah termasuk full fasilitas dan makan siang. Bagi yang ingin  bermalam di resort, tinggal menambah Rp 350.000/orang.  “Jomblang Resort tidak setiap hari melayani wisatawan. Di akhir pekan pun tidak selalu ada pengunjung dan kalaupun ada hanya berkisar 3-4 orang, pungkas pengelola Resort.

Jumlah wisatawan yang masuk dibatasi sebanyak 25 orang per sekali cave tubing secara bersamaan di Gua Jomblang angka ini didapatkan berdasarkan daya dukung gua dengan menggunakan pendekatan menghitung jumlah orang yang diperbolehkan masuk dalam gua tersebut. Pasalnya pembatasan ini dilakukan agar ekosistem di gua tersebut cepat pulih. Jomblang dapat menjadi salah satu wisata petualangan ekotourism dengan menawarkakan Jomblang Cave untuk susur gua (caving), Jomblang Wall untuk panjat tebing (climbing) dan Jomblang Lake.

Sumber: krjogja