Showing posts with label Lokal. Show all posts
Showing posts with label Lokal. Show all posts

Sunday, February 28, 2016

Pemerintah Akan Paksa Google, Facebook, Twitter untuk Buka Kantor di Indonesia

Pemerintah akan memaksa para perusahaan digital raksasa dunia, seperti Facebook, Twitter, dan YouTube milik Google, untuk membuka kantor tetap di Indonesia dalam bentuk badan usaha tetap (BUT). Rencananya, paksaan tersebut akan tertuang dalam sebuah peraturan dan mulai diterapkan pada Maret nanti.


Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, paksaan tersebut mempunyai beberapa tujuan.

Pertama, tujuannya untuk melindungi konsumen di Indonesia. "Sekarang kita punya Facebook, Twitter, datanya dipakai apa? Kalau ada penyalahgunaan, mau komplain ke mana?" katanya di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu (24/2/2016), dikutip dari kompas.com.

Kedua, alasan soal pajak. Rudiantara menghitung, pajak di dunia digital berpotensi besar.

Perhitungan ini didasarkan pada perhitungan pemasangan iklan yang dilakukan, baik oleh individu maupun perusahaan Indonesia, di dunia digital pada tahun 2015 yang mencapai 850 juta dollar AS.


"Itu 70 persen dikuasai oleh dua perusahaan digital dunia itu. Mereka bayar pajaknya di luar, tidak fair, dong," katanya.

Teten Masduki, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan rencana tersebut kepada sejumlah perusahaan digital dunia.

Salah satu bentuk sosialisasi itu diberikan saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Silicon Valley pada pekan lalu. "Semacam pendekatan bisnis," katanya.

Rudiantara menambahkan, walau kebijakan ini mungkin memberatkan, pemerintah berharap, perusahaan digital bisa mematuhi aturan di Indonesia. "Karena negara lain juga melakukan aturan ini," katanya.

Sumber: Kompas.com

PemKab Sleman Wacanakan Bayar Rp1 Ribu untuk Tas Plastik

Pasca Pemerintah Pusat mengeluarkan  himbauan tentang kantong plastik berbayar, Dinas Pasar Kabupaten Sleman mewacanakan tarif Rp 1.000 untuk setiap lembar kantong plastik.
Wacana tersebut rencananya menyasar bagi semua sektor perdagangan. Tarif yang diwacanakan lebih tinggi dibandingkan anjuran dari Pemerintah Pusat, dimana untuk setiap lembar kantong plastik yang digunakan hanya membayar sebesar Rp 200. 


Rupanya hal tersebut dilakukan agar memberikan dampak yang signifikan untuk mengurangi timbunan sampah plastik terutama yang berasal dari pasar tradisional.

Selanjutnya, wacana tersebut diarahkan untuk dapat diterapkan dalam bentuk regulasi resmi yang dikeluarkan Pemkab Sleman. 

Namun yang jadi masalah, Apabila nanti wacana tersebut benar dilaksanakan apakah tidak merugikan konsumen jika nantinya harus membayar kantong plastik lebih mahal. Karena baru-baru ini  sudah ada konsumen yang keberatan membayar kantong plastik dengan harga Rp 200 per lembar. Mereka menganggap kantong plastik itu adalah hak mereka.

Baca Juga: Kota Jogja dan Solo Akan Dibangun Stasiun Khusus Bandara

Selama masa uji coba ini, PemKab Sleman tetap memberlakukan ketentuan harga kantong plastik sebesar Rp 200 per lembar. Upaya ini dianggap secara perlahan menumbuhkan kesadaran konsumen untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik pada saat berbelanja.

Sumber: TribunJogja

Monday, February 15, 2016

Kawasan Pesisir Pantai Parangtritis Boleh Dibuka Hotel Berbintang

Bupati terpilih Suharsono yang kabarnya akan dilantik pada 17 Februari 2016, telah membuka peluang bagi pemilik modal yang hendak membangun hotel berbintang di daerah pesisir Pantai Parangtritis. Sejumlah investor diklaim mulai mengincar potensi wisata di Bantul.
Ilustrasi Hotel di kawasan pesisir pantai oleh jogja.co
Menurut dia kebijakan yang akan mulai dijalankan itu tidak akan merugikan mayarakat ekonomi kecil yang selama ini membuka usaha penginapan di Parangtritis.

“Enggak akan berdampaklah karena kan kelasnya beda. Kalau losmen kebanyakan yang menginap adalah wisatawan lokal,” ungkap Suharsono.

Rencana membuka peluang investor itu telah mendapat lampu hijau dari Komisi B DPRD Bantul. Wakil Ketua Komisi B DPRD Setiya mengatakan, keberadaan hotel berbintang itu dimaksudkan untuk menahan wisatawan lebih lama tinggal di Bantul.


Baca Juga: Pemerintah Siapkan 10 Triliun untuk Kembangkan Obyek Wisata Candi Borobudur

“Dengan meningkatnya los [lama tinggal], kita berharap belanja wisatawan di Bantul bisa lebih banyak. Sekarang ini los di Bantul hanya 0,7 [hari]. Yang dapat pajak dan efek domino makan, belanja dan lain-lain adalah Kota. Kasarnya, wisatawan datang menikmati pantai, buang sampah dan pulang. Nginapnya di kota,” jelas politisi PKS itu.

Namun dengan demikian pemerintah tetap harus memperhatikan tata ruang dalam pembangunan hotel berbintang tersebut. Selain itu juga tetap melindungi ekonomi masyarakat kecil, pungkas Setiya.

Sumber: HarianJogja

Thursday, February 11, 2016

Pemerintah Siapkan 10 Triliun untuk Kembangkan Obyek Wisata Candi Borobudur

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pemerintah sangat serius untuk mengembangkan objek wisata Candi Borobudur. Menurut dia, diperlukan investasi sebesar Rp 20 triliun untuk bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik.

“Borobudur nantinya jadi destinasi utama berstandar internasional,” kata Arief setelah rapat terbatas di Hotel Manohara, Magelang, Jumat, 29 Januari 2016. Dengan status tersebut, Arief mengatakan dibutuhkan pembangunan bandara bertaraf internasional dan hotel-hotel berkelas.
Candi Borobudur foto oleh jogja.co
Dikutip dari swa.co.id, Menurut Arief, berdasarkan hitung-hitungan jumlah kebutuhan investasi tersebut akan dibagi menjadi dua bagian. Pertama, pemerintah akan menyiapkan Rp 10 triliun untuk membangun infrastruktur utama seperti jalan, listrik, dan air. Sedangkan sisanya, akan disumbang oleh investor asing maupun lokal untuk membangun fasilitas penunjang seperti hotel.

Arief mengatakan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Candi Borobudur akan meningkat seiring rencana pengembangan. Dia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara bisa meningkat menjadi 2 juta pengunjung dari rata-rata saat ini hanya 250-300 ribu orang.

“Dua juta Wisata Mancanegara itu bisa mendatangkan devisa sekitar US$ 2 miliar. Uang yang beredar sekitar Rp 100 triliun,” kata Arief. Sedangkan/untuk kunjungan wisatawan lokal, Arif menargetkan bisa mencapai 5 juta orang.


Baca Juga: Dekat Candi Borobudur akan Dibangun Bandara Internasional

Untuk mencapai target itu, pemerintah akan membentuk satu manajemen atau pengelolaan khusus Candi Borobudur. Arief mengatakan lembaga itu berupa Badan Otorita Borobudur. Pengelolaannya, lanjut Arief, akan dilakukan secara terintegrasi. Skema ini tidak berbeda seperti pengelolaan wisata di kota Madrid, Spanyol yang diambil alih oleh negara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan pengembangan Candi Borobudur. Pasalnya, objek wisata Borobudur banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu keberadaannya mesti terus dilestarikan. “Pengembangan ini mesti disiapkan dengan baik,” ucap Presiden Jokowi.

Sumber: SWA.co.id

Wednesday, February 10, 2016

Sosialisasi: Apa itu Yellow Box Junction di dalam Peraturan Lalu Lintas

APA ITU YELLOW BOX JUNCTION ??

Yellow Box Junction (YBJ) merupakan marka jalan berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang berwarna kuning yang tergambar di aspal pada setiap persimpangan jalan marka jalan.

YBJ ini berfungsi sebagai kawasan kosong tanpa kendaraan atau benda penghalang lainnya. Tujuannya untuk mencegah kemacetan di salah satu jalur dan berakibat pada kepadatan arus kendaraan di jalur lain yang sebenarnya tidak macet. Selain itu, YBJ juga sebagai tanda areal tanpa kendaraan. Misalnya, terjadi kepadatan lalu lintas di dalamnya, pengguna kendaraan bermotor lainnya yang masih di luar rambu tersebut harus berhenti, menunggu kemacetan terurai.
Foto Yellow Box Junction di Persimpangan Jalan  yang padat
Peraturannya, walaupun lampu lalu lintas sudah hijau, pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti jika masih ada kendaraan lain di dalam area kotak kuning itu. Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar. Dengan YBJ, diharapkan kemacetan di persimpangan tidak terkunci.

Yellow Box Junction (YBJ) sangat berguna di persimpangan-persimpangan jalan yang padat, pada jalan-jalan utama serta saat waktu puncak kepadatan lalu lintas. Adanya YBJ ini walaupun lampu lalu lintas (traffic light) sudah hijau, pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti ketika ada kendaraan lain di dalam YBJ. Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar.


Saat ini, masih banyak pengguna kendaraan bermotor tetap menerobos traffic light, saat antrean kendaraan di depannya belum terurai. Bagi pengendara yang tetap memaksa memasukkan kendaraannya ke dalam YBJ, padahal masih ada kendaraan lain di dalamnya, maka akan ditilang. Pengendara tersebut melanggar aturan lalu lintas dan akan ditilang. Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b berisi tentang rambu-rambu lalu lintas dan harus berhenti di belakang garis stop. Pelanggarnya dapat dijerat pidana kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah).

Ke depannya, marka kotak kuning itu akan dibantu dengan alat Closed Circuit Television (CCTV). Dengan dipasang CCTV, maka pelanggaran yang terjadi bisa cepat terekam.

Yellow Box Junction akan berfungsi maksimal jika ada kesadaran dari pengguna jalan. Sebab kesadaran warga juga kunci utama kelancaran lalu lintas.

Sumber: [NTMC KORLANTAS POLRI]

Waspadai: Daftar 17 Situs Penyebar Informasi Palsu Soal Seleksi CPNS

Hukum Komunikasi Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai tindakan percaloan seleksi CPNS yang disebarkan melalui 17 portal. Pasalnya 17 website itu telah menyebarkan informasi yang memuat berita bohong soal tes penerimaan CPNS.

Foto oleh nasional.kompas
"Sudah kami laporkan ke Mabes Polri dan tinggal ditindaklanjuti oleh aparat hukum. Paling tidak ini jadi pembelajaran bagi para penyebar berita palsu," tegas Herman di Jakarta, Selasa (9/2), dikutip dari jpnn.

Dan berikut adalah 17 website yang memuat berita bohong soal tes seleksi penerimaan CPNS:

1.     http://www.cpns2016.com
2.     http://www.cpns.info/2016/02/rekrutmen-penerimaan-cpns-2016tetap.html
3.     http://www.cpms.info/2015/09/penerimaan-cpns-mulai-digelar-maret-2016.html
4.     http://www.lowongankerja.com/2015/04/pendaftaran-cpns-guru.html
5.     http://cpns.rikowijaya.com/2015/04/pendaftaran-cpns-guru.html
6.     http://www.infocpns2016.com/agenda-jadwal-pendaftaran-cpns-2016-bulan-september/
7.     http://pendaftarancpns.com/201602/09/pendaftaran-cpns-2016-bulan-september/
8.     http://.rikowijaya.com/2014/09/pendaftaran-cpns-html
9.     http://www.regcpns.com/2015/09/hal -yang-dibutuhkan-untuk-mengikuti.html
10.   http:www.cpns2016.com/2015/09/jadwal-cps-maret-2016-pendaftaran.html
11.   http://www.cpns2016.com/716/regirstrasi-pendaftaran-cpns-maret-2016-pendaftaran.html
12.   http://www.pendaftaran-cpns-blogspot.co/2015/11/cpns-2016-menpan-daftar-formasi-cpns.html.
13.   http://www.infolowongancpns.com/daftar_instansi-yang-membuka-lowongan-cpns-2015-2015
14.   http://www.cpns.info/p/daftar-isi.html
15.   http://www.cpns2016.net
16.   http://www.teskerja.com/2015/10/formasi-dan-pendaftaran-cpns-2016-2017-sumatera-utara.html
17.   http://www.posmetro.info/2015/12/sebarkan-akhirnya-pendaftaran-cpns-2016.html

Semoga dengan adanya informasi tersebut, anda bisa lebih berhati-hati agar tidak tertipu ketika ingin melakukan tes seleksi calon CPNS.

Sumber : KemenPAN-RB

Tuesday, February 9, 2016

Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo - Pelabuhan Baru di Jogja

Meski proses pengerukan kolam pelabuhan Pelabuhan Tanjung Adikarto tidak optimal, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY berencana melakukan uji coba tambat labuh pada Februari mendatang.
 
Dikutip dari TribunJogja, bahwa Kepala DKP DIY, Andung Prihadi, saat hadir dalam peringatan Dharma Samudera Lanal Yogyakarta di kawasan pelabuhan, Jumat (14/1/2016), menyatakan uji coba tersebut akan tetap dilakukan.

Konsep Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo
Menurutnya, dalam uji coba itu akan diundang para nahkoda nelayan yang dikoordinasikan untuk melakukan survei darat kawasan pelabuhan. Selain itu, mereka juga yang akan melihat jalur yang dapat dimasuki kapal.
"Dengan berbagai permasalahan yang ada, kami akan uji coba. Tidak ada target, ini ujicoba," katanya.

Ujicoba itu sekaligus dimaksudkan untuk identifikasi kekurangannya.
Jika setelah ujicoba ditemukan masalah sedimentasi yang menghambat, maka diharapkan akan ada kebijakan untuk mencegah dari pimpinan.
"Termasuk soal break water," lanjutnya.

Masalah perpanjangan break water dianggapnya memang penting. Namun, upaya tersebut harus mendapat dukungan dari pemerintah pusat dalam hal anggaran.

Baca Juga: Dekat Candi Borobudur akan Dibangun Bandara Internasional 

Dengan perkiraan break water sisi timur perlu perpanjangan sekitar 80 meter, anggaran dibutuhkan lebih kurang Rp180 miliar. Disebutkan, tahun lalu pengerukan meliputi dua bagian. Pertama merupakan alur masuk dan kedua adalah bagian kolam pelabuhan.

Untuk bagian alur pelabuhan dapat diselesaikan, namun khusus kolam pelabuhan tidak selesai dengan progres terakhir sebesar 71,80 persen.

Sumber: TribunJogja

Friday, February 5, 2016

Dekat Candi Borobudur akan Dibangun Bandara Internasional

Wisata Indonesia terus digenjot demi perkembangan wisata di Indonesia. Rencananya Pemerintah akan membangun bandara internasional di dekat Candi Borobudur. Dikutip dari HarianJoga, Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, pemerintah akan mengembangkan kawasan Borobudur sebagai destinasi utama berstandar internasional.

“Apa yang dimaksud destinasi utama? Artinya Orang dari luar negeri itu bisa langsung ke Candi Borobudur. Kalau sudah ditetapkan sebagai destinasi utama maka airport harus dibangun, international airport harus dibangun, fasilitas hotel-hotel harus juga berskala internasional,” kata Menpar kepada wartawan usai rapat terbatas di Hotel Manohara, kawasan Candi Borobudur, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/1/2016).

Candi Borobudur
Rapat terbatas tersebut dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh Menpar Arief Yahya, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X.

Mengenai pembangunan bandara internasional, Menteri Pariwisata menegaskan bahwa tidak harus Bandara Ahmad Yani, Semarang yang dijadikan bandara Internasional. Akan tetapi “Kita bisa saja membangun bandara baru tapi bisa dipastikan dia harus international airport dan standarnya harus internasional, seperti Soekarno Hatta,” ujarnya seperti dilansir situs Setkab.go.id, Sabtu (30/1/2016).

Untuk Lokasinya? “Lokasinya saya tidak boleh ngomong nanti dimarahi Pak Yonan (Menhub),” kata Menpar menjawab wartawan sekaligus tidak mengiyakan jika bandara dimaksud adalah yang sedang dibangun pemerintah di Kulon Progo,DIY. 

Baca Juga: Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo - Pelabuhan Baru di Jogja 

Menpar Arief Yahya juga menjelaskan, rapat terbatas telah menyepakati branding-nya untuk menjadikan Borobudur sebagai destinasi utama wisatawan sudah disepakati, tagline-nya Borobudur Mahakarya Budaya Dunia atau World Cultural Masterpiece dalam bahasa Inggrisnya.

Target wisatawan sudah ditetapkan yaitu dua juta wisata mancanegara dan lima juta wisata nusantara pada 2019 mendatang.

“Dua juta wisata mancanegara nanti sekitar US$2 miliar atau uang devisa sekitar Rp24-25 triliun, tetapi yang beredar sekitar Rp100 triliun. Jadi kita bisa bayangkan akan menyejahterakan masyarakat di sekitar Borobudur,” tutur Menpar.

Untuk tahap pertama pengembangan Borobudur, akan ada investasi sekitar Rp20 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp10 triliun dari pemerintah berupa infrastruktur dasar dan Rp10 triliun lagi berasal dari investor swasta, ungkap Menpar Arief Yahya kepada media.

Sumber: HarianJogja